Faktor Penyebab Mata Minus pada Anak

Faktor Penyebab Mata Minus pada Anak

Faktor Penyebab Mata Minus pada Anak

Mata minus dalam istilah kedokteran dikenal dengan miopia. Ini merupakan kelainan mata dikarenakan bayangan optik jatuh tidak fokus pada retina, melainkan di depan retina sehingga membuat bayangan terlihat kabur. Anak penderita miopi ini biasanya menonton televisi, melihat papan tulis, atau membaca buku dari jarak dekat, agar lebih terlihat lebih jelas.

Kemungkinan mata minus pada anak bisa dikurangi bila sebelum umur 18 tahun sudah dipakaikan kacamata. Pada usia itu, kondisi mata minus masih belum stabil, sehingga risiko ukuran bertambah semakin kecil. Penjelasan ini disampaikan Dokter Spesialis Mata dari RS Husada, Liliani Wahyu, saat ditemui pada acara 92 tahun Rumah Sakit Husada pada Rabu (8/2/2017) sore.

Saat ini cukup sering kita lihat anak-anak di bawah usia 10 tahun yang sudah menggunakan kacamata. Hal itu mungkin saja karena tren, tetapi mungkin juga karena anak-anak tersebut memang menderita mata minus.

 

Faktor Penyebab Mata Minus pada Anak

Faktor penyebab mata minus pada anak yang paling umum adalah kebiasaan buruk dalam kehidupan sehari-hari, seperti kurang mengonsumsi makanan sehat. Pola makan dengan gizi seimbang sangat berpengaruh terhadap mata. Anak harus membiasakan makan makanan yang seimbang, baik antara karbohidrat, sayur mayur, dan dilengkapi buah-buahan. Mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan, selain tak baik bagi tubuh, juga tak baik pada ketajaman mata. Faktor penyebab mata minus pada anak lain yang tak terhindarkan adalah faktor keturunan. Orangtua dengan mata minus cenderung mewariskan sifat ini kepada anak-anak mereka. Berikut ini beberapa kebiasaan faktor penyebab mata minus pada anak:

 

  1. Kurang mengonsumsi zat karoten

Salah satu faktor penyebab mata minus pada anak adalah karena kurangnya zat karoten, sehingga anak diharuskan makan-makanan yang mengandung zat tersebut. Zat penting dalam perkembangan fungsi penglihatan ini banyak ditemukan pada sayur-sayuran seperti wortel, bayam, tomat, dan sayur-sayuran berwarna lainnya. Sedangkan buah yang dianjurkan antara lain pisang, pepaya, buah naga, apel, dan umbi-umbian. Balita yang masih dalam masa pertumbuhan sangat dianjurkan makan makanan tersebut agar perkembangan penglihatannya sempurna.

 

  1. Tidur dalam kamar dengan cahaya terang

Mata minus juga dapat disebabkan karena kebiasaan yang salah. Anak yang tidur dalam keadaan terang memiliki potensi lebih mudah mengalami mata minus. Bayi 0-2 tahun berisiko mengalami mata minus ketika ia balita jika sering tidur dalam keadaan terang. Jadi, usahakan lampu kamar dalam keadaan redup untuk meminimalisasi risiko rabun pada anak.

 

  1. Menatap komputer atau televisi dalam jarak dekat

Penggunaan komputer atau televisi terlalu lama dalam jarak dekat dapat mengakibatkan mata minus pada anak. Sebaiknya, kurangi penggunaan komputer tablet atau televisi. Lebih baik, ajak anak beraktivitas fisik seperti bermain di outdoor agar kegiatannya seimbang.

 

  1. Menggunakan gadget di ruangan yang gelap

Seringkali orangtua menggunakan gadget seperti smartphone atau komputer tablet untuk memutar film agar anak cepat tidur. Padahal, menatap layar tablet di ruangan yang gelap bisa merusak mata. Karena retina harus bekerja keras saat menyesuaikan antara cahaya terang dari layar gadget dengan minimnya cahaya pada ruangan.

 

  1. Melihat bacaan dengan huruf kecil

Melihat tulisan-tulisan yang kecil memaksa mata anak bekerja lebih keras. Karena itu, pilih buku-buku khusus anak atau balita dengan tulisan besar walaupun si kecil belum bisa membaca sendiri. Pilih gambar dan warna yang menarik sehingga merangsang visualnya.

 

Ciri-Ciri Mata Minus pada Anak

Berikut di bawah ini ialah beberapa ciri-ciri mata minus yang terjadi pada anak, antara lain sebagai berikut:

 

  1. Anak Sering Memicingkan Mata

Jika Anak Anda sering memicingkan mata untuk mendapatkan pandangan bisa lebih fokus, maka sebenarnya anak Anda sedang menderita minus. Seorang anak yang mengalami gangguan mata minus, biasanya akan memicingkan mata sehingga dapat menangkap objek secara lebih jelas. Setelah memicingkan mata, biasanya anak akan memajukan wajah untuk mendekati objek yang dilihatnya. Padahal orang lain yang melihat objek dapat melihat dari jarak yang sesuai dengan tempatnya masing-masing.

 

  1. Anak Sering Mengedipkan Mata

Apabila anak Anda sering mengedipkan mata dan menaruh pandangan untuk memfokuskan penglihatan, maka besar kemungkinan bahwa anak Anda mengalami gangguan mata rabun jauh atau minus mata. Kebiasaan mengedipkan mata juga tidak baik jika terus-menerus karena bisa mengurangi keindahan mata pada anak. Jika anak sering berkedip, sebaiknya sesegera mungkin untuk mengambil tindakan penanganan.

 

  1. Area di Sekitar Mata Anak Menegang dan Terlihat Lelah

Apabila area mata anak Anda terlihat sayu, lelah, dan menegang, biasanya ada gangguan mata. Sebab mata yang dipaksa fokus untuk tetap melihat benda yang jaraknya jauh akan membuat mata lelah dan tegang. Biasanya di sekitar kelopak mata juga menjadi menghitam. Mata anak yang sudah terlihat lelah, suruh anak untuk segera beristirahat sehingga mata tidak dipaksa dan terus diforsir. Hasilnya akan buruk jika mata terus dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak sehat.

 

  1. Mata Kemerahan

Apabila anak Anda mulai memerah matanya, kemudian mengeluh pedas dan pedih. Segera konsultasikan pada dokter. Sebab itu memang tanda-tanda mata lelah. Kelelahan juga bisa disebabkan adanya gangguan miopi pada mata. Mata merah sering diabaikan oleh banyak orangtua, karena menganggapnya hanya kemasukan benda asing. Padahal ciri-ciri miopi salah satunya ialah juga mengalami mata merah juga.

 

  1. Mengeluh Sakit Kepala

Anak Anda mulai mengeluh pusing atau sakit kepala karena memang ada gangguan miopi pada mata. Penderita mata minus yang dipaksa untuk terus melihat secara jelas biasanya akan mengeluh pusing dan sakit kepala. Bahkan anak bisa terpaksa untuk berhenti melakukan aktivitas karena kepalanya terasa sakit dan berat. Orangtua sering tidak menyadarinya, sehingga hanya memberikan obat pereda sakit kepala. Padahal ini gejala gangguan mata miopi.

 

 

Faktor Penyebab Mata Minus pada Anak

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*